Server master-slave, merupakan suatu sistem yang terdiri dari perangkat keras server. Salah satu server berfungsi sebagai server utama dan server lain berfungsi sebagai server cadangan. Nah pertanyaannya di sini adalah apakah setiap perubahan di database utamanya, juga akan berubah secara real time di server slave atau server cadangan? jawabannya iya.
Alasan lain dengan membangun sebuah server master-slave, adalah untuk keamanan data. Kita sebagai admin atau staff IT dalam suatu lingkup perusahaan, tidak memungkiri adanya gangguan saat server tersebut bekerja. Fungsi itulah yang kita manfaatkan, agar kelancaran data antara pengguna dengan server kita tetap terjaga, hubungan kita dengan staff lainpun akan tetap terjaga karena tak sedikit saat terjadi permasalahan terhadap data maupun, kitalah yang harus bertanggung jawab. Langkah-langkah untuk membangun server master-slave adalah sebagai berikut:
NB: Sistem yang digunakan saat menulis artikel ini adalah debian dan ubuntu 12.014
A. Export dan import database
Importlah database pada server master ke server slave
B. Pemberian Alamat IP
Berilah server master dan server slave dengan IP dalam satu jaringan misal
IP Server Master : 192.168.30.200
username server : master
password server : master_pass
username mysql server master :user_db_master
password mysql server master:pass_db_master
IP Server Slave : 192.168.30.199
username server : slave
password server : slave_pass
username mysql server master :user_db_slave
password mysql server master:pass_db_slave
C. Setting Server Master.
1. Setting
file my.cnf di folder /etc/mysql, tambahkan isi file my.cnf menjadi seperti
dibawah ini:
3. Masuk kedalam mysql dengan perintah mysql -u root -p
4. Pemberian Hak akses kepada server-slave, perintah yang digunakan seperti di bawah ini
kemudian tekan enter. dan ketik perintah dibawah ini:mysql> GRANT ALL ON *.* TO 'user_db_slave'@'192.168.30.199' IDENTIFIED BY 'pass_db_slave' ;
mysql> FLUSH PRIVILEGES; Enter
mysql> FLUSH TABLE WITH READ LOCK; Enter5. Lihat Status Server Master dengan perintah
mysql> SHOW MASTER STATUS;
Catat pada bagian File, Position dan Binlog_Do_DB nantinya akan berguna saat kita menyeting server slave.
D. Setting Server Slave
Buka file my.cnf pada server slave anda. Di ubuntu atau debian biasanya terletak di dalam folder \etc\mysql.
tambahkan pada code ini pada my.cnf anda
1. Setting my.cnf
server-id=2
master-host=192.168.30.200
master-user=master
master-password=master_pass
2. Restart mysql dengan perintah
3. Menghentikan slave.etc\init.d\mysql restart;
Masuk ke dalam mysql dengan perintah
mysql -u root -p Enter
mysql> slave stop; Enter4. Mengarahkan ke database slave ke database master
mysql> CHANGE MASTER TO MASTER_HOST='192.168.30.200',MASTER_USER=' user_db_slave', MASTER_PASSWORD='pass_db_slaver', MASTER_LOG_FILE='file', MASTER_LOG_POS='Position';
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
NB: file adalah file pada master status yang sudah kita catat. -> mysql-bin.0000045. Jalankan slave lagi
Position adalah Position pada master status yang sudah kita catat. -> 6319
mysql> slave start; Enter6. Lihat status server slave dengan perintah dibawah ini:
mysql> SHOW SLAVE STATUS\G
jika gambar yang dihasilkan seperti dibawah ini, maka anda telah berhasil membangun sebuah server master-slave atau master cadangan / Replication. Setiap perubahan yang terjadi didalam database yang dituju akan langsung disimpan juga di dalam server slave.
0 Response to "Membangun Server Master-Slave / Server Cadangan / Server Replication"
Post a Comment